Pernahkah anda merasa kekenyangan yg amat sangat?

September 22, 2008 at 4:00 pm (Uncategorized)

Senin, 23:00

Hari dimana Ayahanda tercinta berulang-tahun ke 59. Kami sekeluarga berkumpul di meja makan pada saat adzan maghrib berkumandang. Kami membatalkan puasa dengan membaca doa berbuka puasa dan dibarengi dengan beberapa teguk air putih yang terasa begitu menyejukan. Setelah itu, barulah kami memulai acara makan untuk sambil merayakan hari ulang tahun Ayahanda tercinta.

Di atas meja makan telah tersedia beraneka ragam jenis makanan yang disukai oleh Ayah. Mulai dari kolak, baso tahu, bakso, nasi uduk, pecel lele, gorengan, dan tidak terlupakan kue ulang tahun yang begitu sakral jika ditinggalkan. Oiya, ada yang tertinggal yaitu bakmie jawa (berhubung mama menyukai makanan ini jadi dibikin ada oleh dia sendiri).

Karena waktunya tepat pada saat berbuka puasa, jadinya saya yang begitu kelaparan sehabis kuliah corporate finance langsung menyantap semua makanan yang ada di depan mata saya.

Tak terasa perut begitu kekenyangan. Entah apa saja makanan yang telah masuk ke dalam perut saya ini, sehingga rasanya ingin dimuntahkan kembali semua makanan tersebut. Rasanya tubuh saya tak sanggup untuk berbuat apa-apa setelah makan.

Setelah makan, saya menyiapkan diri untuk shalat maghrib dan setelah itu bersiap-siap pergi ke masjid untuk shalat tarawih. Dengan tekad bulat dan niat yang besar, saya melangkahkan kaki ke masjid dekat rumah.

Di sana saya melaksanakan shalat isya dengan khusuk walaupun masih dengan keadaan perut yang amat sangat kekenyangan. setelah shalat isya selesai, tak terasa mata saya sangat berat untuk tidak memejamkannya dan alhasil tertidur pulaslah saya di dalam masjid tersebut.

Lengkap sudah penderitaan yang menimpa saya yaitu kondisi tertidur di masjid dengan perut masih dalam keadaan kekenyangan.

Waktu pun bergulir cepat, tak terasa shalat tarawih pun dimulai. Saya terbangun dan mengikuti shalat tarawih tersebut dengan keadaan masih kekenyangan juga. Setelah itu, saya pun pulang ke rumah. Entah mengapa sampai detik ini juga, saya masih amat sangat kekenyangan sembari menulis blog di depan komputer.

Sekian pengalaman pribadi saya yang ingin saya berikan kepada teman-teman yang sekiranya dengan ikhlas meluangkan waktu untuk membaca blog saya ini.

Dengan senang hati, saya mempersilakan teman-teman untuk memberikan comment pada blog saya ini. Jika teman-teman pernah mengalami hal yang serupa dengan peristiwa saya ini, silakan memberikan comment juga (ya apalagi kalo bukan comment).

Terimakasiii

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: